Label “Diskon 50% + 20%” atau “Hemat s.d. 70%” sering membuat pembeli bingung: sebenarnya berapa harga yang harus dibayar? Dengan memahami beberapa rumus sederhana, Anda bisa menghitung harga akhir dalam hitungan detik dan membandingkan penawaran dengan lebih cermat.
Rumus dasar diskon
Potongan = harga awal × (diskon ÷ 100)
Harga akhir = harga awal − potongan
Atau langsung: harga akhir = harga awal × (1 − diskon ÷ 100).
Contoh: sepatu seharga Rp450.000 didiskon 30%. Potongannya 450.000 × 0,30 = Rp135.000, sehingga harga akhirnya Rp315.000. Cara langsung: 450.000 × 0,70 = Rp315.000.
Diskon bertingkat (50% + 20%)
Pada diskon bertingkat, diskon kedua dihitung dari harga setelah diskon pertama, bukan dari harga awal. Karena itu diskon 50% + 20% tidak sama dengan diskon 70%.
Contoh: kemeja Rp300.000 dengan diskon 50% + 20%.
- Setelah diskon 50%: 300.000 × 0,50 = Rp150.000.
- Setelah diskon 20%: 150.000 × 0,80 = Rp120.000.
Total potongan Rp180.000, atau setara diskon tunggal 60%. Rumus diskon total: 1 − (1 − d₁)(1 − d₂) = 1 − 0,5 × 0,8 = 0,6 = 60%.
| Label diskon | Setara diskon tunggal |
|---|---|
| 20% + 10% | 28% |
| 30% + 20% | 44% |
| 50% + 10% | 55% |
| 50% + 20% | 60% |
| 50% + 50% | 75% |
Diskon nominal vs diskon persen
Toko daring sering memberi pilihan voucher, misalnya “potongan Rp50.000 min. belanja Rp300.000” atau “diskon 15% maks. Rp60.000”. Untuk memilih yang lebih untung, hitung nilai rupiah dari keduanya pada total belanja Anda.
Belanja Rp350.000: voucher persen memberi 15% × 350.000 = Rp52.500 (di bawah batas maksimal), sedangkan voucher nominal memberi Rp50.000. Selisihnya kecil, tetapi pada belanja Rp500.000 voucher persen mentok di Rp60.000 sementara voucher nominal tetap Rp50.000.
Mencari harga sebelum diskon
Jika Anda hanya tahu harga setelah diskon, gunakan:
Harga awal = harga akhir ÷ (1 − diskon ÷ 100)
Contoh: tas dijual Rp240.000 setelah diskon 40%. Harga awalnya 240.000 ÷ 0,60 = Rp400.000.
Diskon dan PPN
Di beberapa toko, harga yang tertera belum termasuk PPN. Urutannya biasanya: diskon dulu, baru PPN dihitung dari harga setelah diskon. Barang Rp1.000.000 diskon 10% menjadi Rp900.000, lalu ditambah PPN 11% (Rp99.000) sehingga totalnya Rp999.000. Selalu cek apakah label harga sudah termasuk pajak.
Tips belanja cerdas saat promo
- Bandingkan harga akhir, bukan besarnya persen diskon. Harga awal kadang dinaikkan sebelum promo.
- Hitung ongkos kirim. Diskon 10% bisa hilang jika ongkirnya lebih mahal dari toko lain.
- Perhatikan batas maksimal potongan pada voucher persen.
- Untuk barang kebutuhan rutin, hitung harga per satuan (per gram atau per ml) agar perbandingan adil.
Kalkulator diskon
Gunakan Kalkulator Diskon kami untuk menghitung harga akhir, diskon bertingkat, dan total hemat secara otomatis. Untuk perhitungan persen lainnya, coba Kalkulator Persen.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah diskon 50% + 50% berarti gratis?
Tidak. Harga turun menjadi setengah, lalu setengahnya lagi, sehingga Anda tetap membayar 25% dari harga awal.
Bagaimana menghitung diskon di kalkulator HP?
Kalikan harga dengan (100 − diskon) lalu bagi 100. Contoh diskon 30% untuk Rp450.000: 450000 × 70 ÷ 100 = 315.000.
